Perawatan dan Inspeksi APAR

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan first line of defense dalam sistem proteksi kebakaran.

Namun, APAR hanya efektif bila selalu berada dalam kondisi siap pakai. APAR yang jarang diperiksa atau tidak dirawat berpotensi mengalami:

  • penurunan tekanan
  • kebocoran media
  • kegagalan valve
  • korosi tabung

yang pada akhirnya menyebabkan kegagalan pemadaman awal. Program perawatan merupakan bagian integral dari sistem Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Artikel ini membahas prosedur perawatan dan inspeksi APAR berdasarkan praktik teknis lapangan serta acuan regulasi.


Mengapa Perawatan dan Inspeksi APAR Wajib Dilakukan?

Tujuan utama inspeksi dan perawatan adalah:

  • memastikan APAR berfungsi optimal setiap saat
  • mencegah kegagalan saat kondisi darurat
  • memperpanjang umur pakai tabung dan komponen
  • memenuhi persyaratan keselamatan kebakaran gedung

APAR yang tidak dirawat merupakan false sense of safety — terlihat ada, tetapi tidak bisa digunakan.

Untuk pemeriksaan rutin internal, gunakan checklist inspeksi APAR bulanan sebagai panduan praktis.


Dasar Regulasi Perawatan APAR

Di Indonesia, kewajiban pemeriksaan APAR mengacu pada:

  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-04/MEN/1980
  • SNI 03-3987-1995

Sebagai referensi praktik internasional, banyak fasilitas juga mengikuti panduan dari:

  • National Fire Protection Association (NFPA 10)

Regulasi tersebut menegaskan bahwa APAR wajib:

  • diperiksa rutin
  • dirawat berkala
  • didokumentasikan
  • dijaga selalu siap operasi

Perbedaan Inspeksi dan Perawatan APAR

Inspeksi APAR

Inspeksi adalah pemeriksaan visual dan fungsional rutin untuk memastikan APAR masih layak digunakan.

Fokus inspeksi:

  • kondisi fisik
  • tekanan
  • kelengkapan komponen
  • aksesibilitas

Biasanya dilakukan oleh petugas internal.


Perawatan APAR

Perawatan adalah tindakan teknis lanjutan, meliputi:

  • pembersihan
  • pengujian tekanan
  • pengisian ulang media
  • penggantian komponen
  • hydrostatic test bila diperlukan

Perawatan dilakukan oleh teknisi berkompeten.

Keduanya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.


Frekuensi Inspeksi APAR

Secara umum:

  • Inspeksi visual bulanan (oleh pengelola gedung / HSE internal)
  • Inspeksi teknis tahunan (oleh teknisi tersertifikasi)

Tambahan:

  • penimbangan APAR CO₂ minimal setiap 6 bulan
  • hydrostatic test tabung setiap 5 tahun

Frekuensi ini menjaga operational readiness APAR.


Checklist Inspeksi APAR

1. Kondisi Fisik Tabung

Pastikan:

  • tidak berkarat atau penyok
  • cat dan label terbaca jelas
  • tidak ada kebocoran media

2. Tekanan APAR

Untuk APAR ber-gauge:

  • jarum harus berada di zona hijau

Tekanan di zona merah menandakan APAR tidak siap digunakan.

Catatan:
APAR CO₂ tidak memakai pressure gauge — kondisi dinilai dari berat tabung.


3. Pin dan Segel Pengaman

  • pin masih terpasang
  • segel belum rusak

Segel rusak = indikasi APAR pernah digunakan atau dimanipulasi.


4. Selang dan Nozzle

Periksa:

  • tidak tersumbat
  • tidak retak atau bocor
  • terpasang kuat

5. Posisi dan Penempatan

Pastikan APAR:

  • mudah dijangkau
  • tidak terhalang barang
  • sesuai standar penempatan
  • signage masih terlihat

Prosedur Perawatan APAR

Pembersihan Rutin

  • bersihkan debu & kotoran
  • jaga label tetap terbaca

Langkah sederhana ini penting untuk inspeksi visual cepat.


Pengisian Ulang (Refill)

APAR wajib di-refill jika:

  • sudah digunakan walau sebagian
  • tekanan menurun
  • media kedaluwarsa
  • hasil inspeksi menunjukkan abnormalitas

Penggantian Komponen

Komponen yang sering diganti:

  • valve
  • selang
  • nozzle
  • O-ring
  • segel

Penggantian memastikan integritas sistem tetap terjaga.


Tanda APAR Harus Segera Diservis

Segera lakukan servis bila ditemukan:

  • tekanan turun
  • karat berat pada tabung
  • media menggumpal
  • label hilang atau tidak terbaca
  • komponen longgar atau rusak

Mengabaikan kondisi ini sangat berisiko.


Dokumentasi dan Kartu Inspeksi

Setiap APAR wajib memiliki:

  • kartu inspeksi
  • tanggal pemeriksaan
  • nama petugas
  • status kelayakan

Dokumentasi ini krusial untuk:

  • audit HSE
  • compliance regulasi
  • evaluasi kesiapan fasilitas

APAR tanpa riwayat inspeksi dapat dinyatakan non-compliant.


Integrasi dengan Sistem Keselamatan Gedung

Perawatan APAR harus terhubung dengan:

  • fire alarm system
  • jalur evakuasi
  • pelatihan penggunaan APAR
  • prosedur tanggap darurat
  • sistem hydrant gedung

Pendekatan terpadu meningkatkan efektivitas respon kebakaran tahap awal. Perhatikan juga masa berlaku dan umur APAR agar tidak menggunakan tabung yang sudah kedaluwarsa.


Penutup

Perawatan dan inspeksi APAR bukan sekadar kewajiban administratif.

Ini adalah bagian inti dari manajemen risiko kebakaran.

Dengan pemeriksaan rutin, perawatan yang benar, serta dokumentasi lengkap, APAR akan selalu siap digunakan untuk:

✅ mengendalikan api sejak awal
✅ melindungi keselamatan jiwa
✅ menjaga aset dan kontinuitas operasional