Kesalahan Umum dalam Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dirancang untuk memadamkan kebakaran tahap awal (incipient fire).
Namun di lapangan, banyak kegagalan pemadaman terjadi bukan karena alat rusak, melainkan akibat kesalahan manusia (human error).

Dalam audit keselamatan kebakaran, penyebab paling umum kegagalan APAR adalah:

  • salah memilih jenis APAR
  • teknik penggunaan tidak tepat
  • APAR tidak siap pakai
  • operator tidak terlatih

Artikel ini membahas kesalahan paling sering terjadi beserta cara menghindarinya agar APAR benar-benar berfungsi sebagai first line of defense.

Kesalahan ini umumnya terjadi karena kurangnya pemahaman dasar tentang sistem Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mulai dari pemilihan jenis hingga kesiapan unit di lapangan.


Mengapa Kesalahan Penggunaan APAR Masih Sering Terjadi?

Beberapa akar masalah yang umum ditemukan di fasilitas industri dan gedung komersial:

  • tidak pernah dilakukan pelatihan APAR
  • tidak ada simulasi kebakaran
  • pekerja tidak memahami klasifikasi kebakaran
  • APAR jarang diinspeksi
  • kepanikan saat kondisi darurat

Tanpa kesiapan mental dan teknis, respon terhadap kebakaran menjadi tidak efektif.


Menggunakan APAR yang Tidak Sesuai Jenis Kebakaran

Ini adalah kesalahan paling fatal.

Contoh kasus lapangan:

  • menggunakan APAR air pada panel listrik
  • menggunakan foam pada peralatan bertegangan
  • memakai CO₂ untuk kebakaran kelas A (kayu/kertas)

Akibatnya bisa berupa:

❌ api justru membesar
❌ risiko sengatan listrik
❌ pengguna terpapar panas atau ledakan balik

Setiap APAR dirancang untuk kelas kebakaran tertentu.
Kesalahan pemilihan media langsung menurunkan efektivitas pemadaman.


Tidak Menarik Pin Pengaman Secara Penuh

Masalah sederhana, tapi sering terjadi saat panik.

Kesalahan umum:

  • pin hanya ditarik sebagian
  • segel masih terpasang
  • handle ditekan sebelum pin dilepas

Akibatnya APAR tidak mengeluarkan media sama sekali.

Solusi: selalu ikuti urutan PASS secara disiplin.


Arah Penyemprotan Salah (Tidak ke Pangkal Api)

Banyak pengguna menyemprot ke bagian atas api.

Padahal prinsip yang benar:

✔ arahkan nozzle ke dasar api
✔ lakukan gerakan menyapu kiri–kanan

Jika menyemprot bagian atas, api akan tetap menyala karena sumber panas tidak terputus.

Teknik penggunaan yang benar, termasuk urutan PASS dan posisi penyemprotan, dijelaskan secara praktis pada panduan cara menggunakan APAR yang benar.


Jarak Pemadaman Tidak Sesuai Spesifikasi

Kesalahan jarak meliputi:

  • terlalu jauh → media tidak efektif
  • terlalu dekat → risiko panas dan flashback

Setiap APAR memiliki jarak efektif (umumnya 1–6 meter tergantung jenis).

Operator harus menjaga jarak sesuai spesifikasi teknis unit.


Tidak Memperhatikan Arah Angin dan Posisi Tubuh

Kesalahan ini sering terjadi di area terbuka atau gudang besar.

Jika berdiri melawan arah angin:

  • serbuk atau gas kembali ke operator
  • visibilitas hilang
  • risiko inhalasi meningkat

Posisi yang benar:

✔ berdiri searah angin
✔ tubuh stabil
✔ jalur evakuasi tetap terbuka di belakang


Menggunakan APAR yang Tidak Siap Pakai

APAR sering gagal karena:

  • tekanan sudah turun
  • serbuk menggumpal
  • nozzle tersumbat
  • segel rusak
  • tabung berkarat

Tanpa inspeksi rutin, APAR hanya menjadi pajangan dinding.


Memaksakan Pemadaman Saat Api Sudah Membesar

APAR bukan untuk kebakaran besar.

Jika api sudah:

  • mencapai plafon
  • menghasilkan asap tebal
  • menyebar cepat

maka prosedur yang benar adalah:

➡ hentikan upaya pemadaman
➡ evakuasi
➡ aktifkan sistem proteksi gedung
➡ hubungi damkar

Memaksakan diri justru meningkatkan risiko korban.


Tidak Pernah Melakukan Pelatihan dan Simulasi

Tanpa pelatihan:

  • respon menjadi lambat
  • teknik salah
  • keputusan tidak tepat

Pelatihan APAR terbukti meningkatkan:

✔ kecepatan reaksi
✔ ketepatan penggunaan
✔ kepercayaan diri operator

Idealnya dilakukan minimal 1× per tahun sebagai bagian dari program K3.


Cara Menghindari Kesalahan Penggunaan APAR

Checklist praktis:

✔ sesuaikan jenis APAR dengan risiko kebakaran
✔ lakukan inspeksi bulanan
✔ pastikan tekanan normal
✔ lakukan pelatihan PASS
✔ integrasikan APAR dengan prosedur tanggap darurat gedung

Pendekatan ini sejalan dengan ketentuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. PER-04/MEN/1980 dan praktik teknis dari National Fire Protection Association (NFPA 10).

Selain faktor human error, kegagalan pemadaman juga sering disebabkan APAR yang tidak siap pakai. Panduan teknis inspeksi rutin dapat dipelajari melalui checklist inspeksi APAR bulanan.


Kesimpulan

Ketersediaan APAR saja tidak cukup.

Tanpa:

  • pemilihan jenis yang benar
  • inspeksi rutin
  • teknik penggunaan tepat
  • pelatihan operator

APAR tidak akan efektif saat kondisi darurat.

Memahami kesalahan umum ini membantu meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran, melindungi jiwa, serta meminimalkan kerugian aset sejak tahap awal kejadian.