Memilih APAR tidak cukup hanya mengetahui jenisnya — setiap tipe memiliki perbedaan karakteristik media, tekanan kerja, residu, serta kecocokan aplikasi.
Sebagai bagian dari sistem proteksi kebakaran tahap awal, pemilihan jenis APAR harus mengacu pada prinsip dasar Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta analisis risiko area yang dilindungi.
Artikel ini membahas perbedaan teknis utama antar jenis APAR sebagai referensi pengambilan keputusan keselamatan.
Jenis APAR yang Umum Digunakan
Empat jenis utama:
- Dry Chemical Powder
- CO₂
- Foam (AFFF)
- Clean Agent
Masing-masing memiliki performa dan batasan berbeda.
Perbandingan Teknis Singkat
| Parameter | DCP | CO₂ | Foam | Clean Agent |
|---|---|---|---|---|
| Kelas A | ✔ | ✖ | ✔ | ✔ |
| Kelas B | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ |
| Kelas C | ✔ | ✔ | ✖ | ✔ |
| Residu | Ada | Tidak | Basah | Tidak |
| Aman elektronik | Kurang | Baik | Tidak | Sangat baik |
Selain memahami perbedaan teknis antar media pemadam, efektivitas APAR juga sangat dipengaruhi oleh teknik penggunaan yang benar saat kondisi darurat.
Analisis Tiap Jenis APAR
Dry Chemical Powder
✔ Multifungsi
✔ Ekonomis
✖ Residu dapat merusak elektronik
Cocok: kantor, gudang, ruko, industri ringan.
CO₂
✔ Tanpa residu
✔ Aman untuk panel listrik
✖ Risiko kekurangan oksigen di ruang tertutup
Cocok: panel listrik, laboratorium, ruang server kecil.
Foam
✔ Efektif BBM dan solvent
✔ Cegah nyala ulang
✖ Tidak aman untuk listrik
Cocok: SPBU, bengkel, gudang bahan bakar.
Clean Agent
✔ Tidak merusak aset bernilai tinggi
✔ Aman untuk dokumen dan elektronik
✖ Biaya lebih tinggi
Cocok: data center, rumah sakit, ruang kontrol.
Contoh Skenario Pemilihan
- Kebakaran panel listrik → Clean Agent / CO₂
- Kebakaran bensin → Foam / DCP
- Ruang server → Clean Agent
- Kantor umum → Dry Chemical 6 kg
Cara Memilih APAR Secara Profesional
Pertimbangkan:
✔ jenis risiko
✔ instalasi listrik
✔ nilai aset
✔ luas area
✔ anggaran
✔ layanan refill
Dalam audit keselamatan kebakaran, kegagalan pemadaman sering kali bukan disebabkan jenis APAR, tetapi akibat kesalahan manusia saat pengoperasian di lapangan.
Kesimpulan
Tidak ada satu jenis APAR terbaik untuk semua kondisi.
Setiap tipe memiliki fungsi spesifik yang harus disesuaikan dengan analisis risiko kebakaran.