Cara Menggunakan APAR yang Benar (Panduan Operasional Pemadaman Awal)

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hanya efektif apabila digunakan dengan prosedur yang benar. Kesalahan teknik pemadaman tidak hanya menyebabkan api gagal dikendalikan, tetapi juga meningkatkan risiko cedera terhadap pengguna.

Simulasi cara menggunakan APAR dengan metode PASS untuk memadamkan kebakaran tahap awal.

Halaman ini membahas cara menggunakan APAR secara aman dan sistematis sebagai panduan operasional menghadapi kebakaran tahap awal (incipient fire). Panduan ini merupakan bagian dari sistem Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai lini pertahanan pertama dalam pengendalian kebakaran tahap awal di area kerja.

Panduan ini selaras dengan praktik internasional dari National Fire Protection Association melalui NFPA 10, serta prinsip keselamatan kerja di lingkungan industri dan fasilitas komersial.


Kapan APAR Boleh Digunakan?

APAR hanya digunakan bila memenuhi seluruh kondisi berikut:

  • Api masih kecil dan belum menyebar
  • Sumber api jelas dan terbatas
  • Jalur evakuasi aman di belakang pengguna
  • Pengguna telah memahami prosedur APAR

Jika api membesar atau asap mulai tebal:

➡ hentikan upaya pemadaman
➡ lakukan evakuasi
➡ aktifkan sistem proteksi lain
➡ hubungi petugas pemadam kebakaran

APAR bukan pengganti fire brigade profesional.


Persiapan Sebelum Menggunakan APAR

Sebelum menarik APAR dari bracket:

  • Pastikan tekanan berada di zona normal
  • Segel dan pin masih utuh
  • Berdiri membelakangi arah angin
  • Pastikan jalur evakuasi tidak terhalang

Tahap persiapan ini krusial untuk mencegah kegagalan pemadaman.


Langkah Menggunakan APAR (Metode PASS)

PASS adalah metode standar internasional yang mudah diingat:

P — Pull

Tarik pin pengaman untuk membuka segel.

A — Aim

Arahkan nozzle ke pangkal api, bukan ke nyala bagian atas atau asap.

S — Squeeze

Tekan tuas secara stabil untuk mengeluarkan media pemadam.

S — Sweep

Sapukan nozzle kiri–kanan pada dasar api sampai api benar-benar padam.

Teknik ini memastikan media pemadam mengenai sumber pembakaran secara efektif.

Agar teknik PASS ini efektif, operator juga perlu memahami perbedaan media pemadam dan klasifikasi kebakaran pada masing-masing jenis APAR.


Posisi dan Jarak Aman Saat Pemadaman

Perhatikan aspek ergonomi dan keselamatan:

  • Jarak ideal: ±1,5–3 meter dari api
  • Jangan membelakangi jalur evakuasi
  • Posisi tubuh stabil
  • Hindari terlalu dekat dengan sumber panas

Kesalahan posisi adalah penyebab umum cedera saat pemadaman awal.


Hal yang Harus Dihindari Saat Menggunakan APAR

Kesalahan kritis yang sering terjadi:

  • Menggunakan APAR yang tidak sesuai klasifikasi kebakaran
  • Menyemprot ke bagian atas api
  • Menghabiskan media tanpa memadamkan sumber api
  • Menggunakan APAR dengan tekanan abnormal

Kesalahan ini dapat menyebabkan re-ignition atau api justru membesar.


Tindakan Setelah Api Padam

Setelah api berhasil dikendalikan:

  • Pastikan tidak ada bara atau titik api tersisa
  • Jangan menyentuh area panas tanpa APD
  • Laporkan kejadian ke pengelola / petugas K3
  • Segera lakukan pengisian ulang atau penggantian APAR

APAR yang telah digunakan wajib diservis sebelum dikembalikan ke area kerja.


Pentingnya Pelatihan Penggunaan APAR

Penguasaan APAR tidak cukup hanya membaca instruksi.

Diperlukan:

  • Pelatihan dasar pemadaman kebakaran
  • Simulasi rutin
  • Pemahaman jenis APAR yang tersedia di lokasi

Latihan berkala terbukti menurunkan respon time dan mengurangi kepanikan saat kondisi darurat.


Integrasi APAR dalam Sistem Proteksi Kebakaran

APAR merupakan bagian dari sistem proteksi aktif yang terintegrasi dengan:

  • Fire alarm system
  • Hydrant system
  • Prosedur evakuasi
  • Emergency response team

Penggunaan APAR yang tepat membantu menahan eskalasi kebakaran sebelum sistem lain diaktifkan.

Dalam praktik lapangan, kegagalan pemadaman sering terjadi akibat kesalahan prosedur dan kesiapan operator. Beberapa kesalahan umum penggunaan APAR perlu dipahami agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.


Penutup

Menggunakan APAR dengan prosedur yang benar merupakan kompetensi dasar keselamatan kebakaran. Dengan memahami metode PASS, posisi aman, serta batasan kemampuan APAR, kebakaran tahap awal dapat dikendalikan lebih cepat, aman, dan efektif.