1. Apa Itu Alat Pemadam Api Ringan (APAR)?
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah perangkat pemadam kebakaran portabel bertekanan yang dirancang untuk memadamkan kebakaran tahap awal (incipient stage fire) sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.

APAR bekerja dengan prinsip:
- Menghilangkan salah satu unsur segitiga api (panas, bahan bakar, oksigen)
- Menghambat reaksi kimia pembakaran
- Mendinginkan sumber api
- Mengisolasi oksigen dari bahan terbakar
APAR adalah perlindungan kebakaran tingkat pertama (first line of defense) yang wajib tersedia pada:
- Gedung perkantoran
- Gudang
- Pabrik
- Rumah sakit
- Sekolah
- Hotel
- Apartemen
- SPBU
- Proyek konstruksi
- Kendaraan operasional

Untuk memahami media pemadam yang tersedia serta aplikasi masing-masing di lapangan, Anda dapat mempelajari panduan lengkap mengenai jenis-jenis APAR dan fungsinya berdasarkan klasifikasi kebakaran.
2. Klasifikasi Kebakaran dan Jenis APAR yang Sesuai
Klasifikasi Kebakaran Berdasarkan Standar Umum
| Kelas | Jenis Kebakaran | Contoh |
|---|---|---|
| A | Bahan padat non-logam | Kayu, kertas, kain |
| B | Cairan mudah terbakar | Bensin, solar, thinner |
| C | Instalasi listrik bertegangan | Panel listrik |
| D | Logam mudah terbakar | Magnesium |
| K | Minyak masak | Dapur restoran |

Jika Anda ingin membandingkan spesifikasi teknis, kelebihan, dan keterbatasan tiap tipe APAR secara lebih detail, silakan lihat pembahasan perbedaan jenis APAR berdasarkan aplikasi nyata.
3. Jenis-Jenis APAR dan Spesifikasi Teknis
3.1 APAR Dry Chemical Powder (DCP)
Jenis paling umum dan multifungsi.
Spesifikasi Teknis Umum:
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| Media | Monoammonium Phosphate |
| Tekanan kerja | 13 – 15 bar |
| Sistem | Stored Pressure |
| Jarak semprot | 3 – 6 meter |
| Waktu semprot | 8 – 20 detik |
| Kelas | A, B, C |
Kelebihan:
- Multifungsi
- Harga ekonomis
- Efektif untuk kebakaran listrik
Kekurangan:
- Meninggalkan residu
- Bisa merusak perangkat elektronik
3.2 APAR CO₂
Digunakan untuk kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar.
Spesifikasi Teknis:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Media | Karbon Dioksida |
| Tekanan tabung | ± 55 bar |
| Jarak semprot | 1 – 3 meter |
| Sistem | High Pressure Cylinder |
| Kelas | B, C |
Kelebihan:
- Tidak meninggalkan residu
- Aman untuk ruang server
Kekurangan:
- Tidak efektif untuk kelas A
- Risiko asfiksia di ruang tertutup
3.3 APAR Foam (AFFF)
Digunakan untuk cairan mudah terbakar.
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| Media | Aqueous Film Forming Foam |
| Tekanan kerja | 13 – 15 bar |
| Kelas | A, B |
| Jarak semprot | 4 – 6 meter |
3.4 APAR Clean Agent
Digunakan untuk area sensitif seperti data center.
Media umum:
- HFC-227ea
- FK-5-1-12
Kelebihan:
- Tidak merusak elektronik
- Ramah lingkungan (tergantung jenis)
4. Komponen Utama APAR
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Tabung | Menyimpan media & tekanan |
| Valve | Mengatur keluarnya media |
| Pressure Gauge | Indikator tekanan |
| Pin Pengaman | Mencegah aktivasi tidak sengaja |
| Hose & Nozzle | Mengarahkan semprotan |
5. Kapasitas APAR dan Rekomendasi Penempatan
| Kapasitas | Area Cocok |
|---|---|
| 1 kg | Kendaraan |
| 2–3 kg | Ruang kecil |
| 6 kg | Standar gedung |
| 9 kg | Gudang |
| 25–50 kg | Industri besar |
6. Regulasi dan Standar APAR di Indonesia
6.1 PERMENAKER No. PER-04/MEN/1980
Mengatur:
- Jumlah APAR
- Jarak maksimal 15 meter
- Pemasangan setinggi ±125 cm
- Warna merah
6.2 SNI 03-3987-1995
Standar tata cara pemasangan dan pemeliharaan APAR.
6.3 UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
Mengharuskan pengusaha menyediakan perlindungan kebakaran.
6.4 Standar Internasional
| Standar | Negara |
|---|---|
| NFPA 10 | Amerika Serikat |
| ISO 7165 | Internasional |
| EN 3 | Eropa |
7. Jarak Penempatan APAR Berdasarkan Risiko
| Risiko | Jarak Maksimal |
|---|---|
| Ringan | 15 meter |
| Sedang | 10 meter |
| Tinggi | 5 – 7 meter |
8. Cara Menggunakan APAR (Metode PASS)
Namun, efektivitas APAR tidak hanya bergantung pada jenisnya, tetapi juga sangat ditentukan oleh prosedur penggunaan yang benar saat kondisi darurat.

P – Pull (Tarik pin)
A – Aim (Arahkan ke sumber api)
S – Squeeze (Tekan handle)
S – Sweep (Ayunkan kiri-kanan)
9. Inspeksi dan Maintenance APAR
Pemeriksaan Bulanan:
- Tekanan
- Kondisi segel
- Posisi tabung
- Aksesibilitas
Service Tahunan:
- Refill
- Hydrostatic test
- Pemeriksaan internal
10. Hydrostatic Test
Dilakukan setiap 5 tahun untuk memastikan integritas tabung terhadap tekanan tinggi.
11. Perhitungan Kebutuhan APAR Gedung
Faktor:
- Luas area
- Tingkat risiko
- Material bangunan
- Tata letak ruangan
Contoh:
Gedung 600 m² risiko sedang:
→ Minimal 4 unit APAR 6 kg
12. Kesalahan Umum dalam Penggunaan APAR
- Tidak tahu kelas kebakaran
- Tekanan kosong
- APAR tertutup barang
- Tidak pernah inspeksi
Dalam banyak kejadian kebakaran tahap awal, kegagalan pemadaman justru terjadi akibat kesalahan operator, bukan karena alatnya.
13. APAR vs Sistem Hydrant
| APAR | Hydrant |
|---|---|
| Portabel | Sistem tetap |
| Kapasitas kecil | Kapasitas besar |
| Untuk tahap awal | Untuk kebakaran besar |
14. Checklist Pemilihan APAR yang Tepat
✔ Identifikasi risiko
✔ Sesuai regulasi
✔ Bersertifikat
✔ Mudah dijangkau
✔ Service tersedia
15. Kesimpulan
APAR bukan sekadar alat, tetapi bagian vital dari sistem keselamatan kebakaran yang wajib tersedia sesuai regulasi Indonesia.
Pemilihan jenis, kapasitas, dan penempatan yang tepat dapat mencegah kerugian besar akibat kebakaran.
Investasi APAR yang tepat berarti investasi dalam keselamatan jiwa dan aset.