Perhitungan Kebutuhan APAR Berdasarkan Luas & Risiko Kebakaran

Perhitungan Kebutuhan APAR Sesuai Luas Area dan Tingkat Risiko

Banyak gedung dan fasilitas industri memasang APAR hanya berdasarkan jumlah minimal tanpa menghitung kebutuhan riil berdasarkan luas area dan tingkat risiko kebakaran. Akibatnya, saat terjadi kebakaran, jarak antar APAR terlalu jauh atau kapasitas tidak mencukupi untuk mengendalikan api pada tahap awal.

Ilustrasi denah gedung dengan penempatan APAR berdasarkan radius jangkauan 15 meter dan 10 meter sesuai standar.

Perhitungan kebutuhan APAR harus mengacu pada standar teknis seperti NFPA 10 dan mempertimbangkan coverage area, kelas kebakaran, serta fire load density.


Prinsip Dasar Perhitungan APAR

Dalam pendekatan engineering, kebutuhan APAR ditentukan oleh:

  • Luas area (m²)
  • Klasifikasi bahaya (light, ordinary, extra hazard)
  • Jenis kebakaran (kelas A, B, C)
  • Kapasitas APAR (rating)
  • Jarak jangkauan maksimum (travel distance)

Klasifikasi Risiko Area (NFPA Approach)

1. Light Hazard

Contoh:

  • Kantor
  • Sekolah
  • Rumah sakit

Karakteristik:

  • Beban kebakaran rendah
  • Material mudah dikendalikan

2. Ordinary Hazard

Contoh:

  • Gudang ringan
  • Workshop
  • Area produksi kecil

Karakteristik:

  • Kombinasi material padat & cair

3. Extra Hazard

Contoh:

  • Industri kimia
  • Area BBM
  • Pabrik berat

Karakteristik:

  • Fire load tinggi
  • Penyebaran cepat

Rumus Perhitungan Kebutuhan APAR

Pendekatan umum:Jumlah APAR=Luas AreaCoverage per APARJumlah\ APAR = \frac{Luas\ Area}{Coverage\ per\ APAR}Jumlah APAR=Coverage per APARLuas Area​

Namun secara teknis harus mempertimbangkan jarak jangkauan maksimum (travel distance):

  • Light hazard: ±20 meter
  • Ordinary hazard: ±15 meter
  • Extra hazard: ±10–15 meter

Simulasi Perhitungan (REAL CASE)

Kasus 1: Gedung Kantor (Light Hazard)

  • Luas: 1.000 m²
  • Coverage per APAR: ±200 m²

1000/200=5 unit1000 / 200 = 5\ unit1000/200=5 unit

👉 Minimal 5 APAR

Namun karena batas jarak:

  • Penempatan harus memastikan jarak tempuh ≤ 20 m
    ➡️ Realistis: 6–7 unit

Kasus 2: Gudang (Ordinary Hazard)

  • Luas: 1.000 m²
  • Coverage: ±150 m²

1000/1506.61000 / 150 ≈ 6.61000/150≈6.6

👉 Dibulatkan: 7 unit

Dengan pertimbangan distribusi:
➡️ Disarankan: 8 unit


Kasus 3: Area BBM (Extra Hazard)

  • Luas: 1.000 m²
  • Coverage: ±100 m²

1000/100=10 unit1000 / 100 = 10\ unit1000/100=10 unit

👉 Minimal: 10 APAR

➡️ Disarankan: 12 unit (untuk redundansi)


Faktor Engineering yang Wajib Diperhitungkan

1. Travel Distance (KRITIKAL)

Jika APAR terlalu jauh:

  • Response time meningkat
  • Api berkembang lebih cepat

2. Discharge Time vs Fire Growth

APAR hanya punya:

  • ±10–20 detik discharge

Jika area terlalu luas:
➡️ 1 unit tidak cukup


3. Distribusi Titik APAR

  • Tidak boleh terkonsentrasi di satu titik
  • Harus tersebar merata

4. Aksesibilitas

  • Mudah terlihat
  • Tidak terhalang
  • Tinggi pemasangan sesuai standar

👉 Lihat: standar penempatan APAR


Kesalahan Umum dalam Perhitungan

  • Menghitung hanya berdasarkan luas
  • Mengabaikan klasifikasi risiko
  • Tidak mempertimbangkan jarak tempuh
  • Tidak memperhitungkan pertumbuhan api
  • Menggunakan kapasitas APAR yang tidak sesuai

Kapan Harus Menambah Sistem Selain APAR

APAR tidak cukup jika:

  • Luas area sangat besar
  • Fire load tinggi
  • Risiko kebakaran cepat menyebar

👉 Dalam kondisi ini:

  • Gunakan sistem hydrant
  • Gunakan sprinkler otomatis

Integrasi dengan Pemilihan Jenis APAR

Setelah jumlah diketahui, pemilihan jenis harus tepat:

  • Listrik → CO2 / clean agent
  • Gudang → powder
  • Cairan → foam

👉 Lihat:

  • kategori APAR
  • panduan memilih APAR

Standar yang Digunakan

Perhitungan ini mengacu pada:

  • NFPA 10
  • Praktik engineering fire protection
  • Regulasi keselamatan kerja

👉 Detail: regulasi dan standar APAR


Checklist Validasi Perhitungan

✔ Sudah sesuai luas area
✔ Sudah sesuai klasifikasi risiko
✔ Jarak antar APAR memenuhi standar
✔ Distribusi merata
✔ Jenis APAR sesuai bahaya


FAQ

Berapa jumlah minimal APAR per m2?

Tergantung klasifikasi risiko, rata-rata 1 unit per 100–200 m².

Apa itu travel distance?

Jarak maksimum yang harus ditempuh untuk mencapai APAR.

Apakah boleh jumlah APAR dikurangi?

Tidak jika melanggar standar keselamatan.

Apakah semua area harus punya APAR?

Ya, sesuai dengan tingkat risiko kebakaran.

JB Proteks | Fire Fighting & Rescue Equipment Supplier

ALAMAT

Komp. Puri Sejahtera G-5

Kel. Sukamaju, Kec. Sako

Kota Palembang – SUMSEL

Indonesia

Call us

Opening hours

Senin – Sabtu

09:00 – 17:00 WIB

Follow us!